kami dari pedalaman yag jauh disana ditengah hutan. namun kami terkadang tabu dengan budaya saudara yang sidah berubah dai apa yang seharusnya. tetapi siapa yang merunbah meraka? it adalah pertanyaan yag sering jncul dalam benak kami. namun itu kesalahan mereka sendiri dengan tidak melstarikan apa yang seharusnya di lestarikan. ternyata yang merubah mereka adalah har, wanita dan tahta.
selanjutnya kami yang berda di pedalaman menjadi korban mereka yang pandai dan bertahta. betapa banyak pohon di hutan kami yang ditebang dnegan di klaim milik mereka dalam izin HPH. pertanmyaan kami, kapan mereka tanam sehingga hari ini mereka boleh potong. mengapa sistem pemerintahan bisa sperti ini. hutan kami adalah milik kami untuk kami kelola sendiri. untuk generasi anak cucu kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar